Ada nama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, mantan Mendikbud Anies Baswedan, putra SBY Agus Harimurti Yudhoyono, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, hingga pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab.
"Kalau semi terbuka itu kita mendaftar nama-nama tokoh yang dicalonkan. Nama Gatot, Anies Baswedan, Basuki Tjahaja Purnama masuk dan diperkirakan maju sebagai calon Capres dan Cawapres. Gatot muncul dari situ," ujar Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan di kantornya, Kamis (5/10).
Namun, Gatot belum cukup kuat untuk bertarung di pemilihan presiden. Suara dan dukungan untuk Gatot masih jauh di bawah calon kuat Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Dari hasil survei SMRC, jika Pilpres dilakukan saat ini, maka Jenderal Gatot hanya mengantongi dukungan 0,3 persen. Nama Gatot sesungguhnya sudah muncul sejak beberapa bulan lalu. Namun, kata Djayadi, suaranya masih sangat rendah.
"Masih di bawah 2 persen. Sejak Mei kita survei, September kita survei lagi, Gatot masuk terus tapi dukungannya masih di bawah 2 persen. Jauh di bawah Prabowo dan Jokowi," tegasnya.
Survei ini digelar pada 3-10 September 2017. Sampel berjumlah 1.220 dan dipilih secara acak (multistage random sampling). Margin of error dari survei sebesar +/- 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95%. Quality control dipilih secara acak sebesar 20 persen dari total sampel. Populasi survei adalah WNI yang sudah memiliki hak pilih

0 komentar:
Posting Komentar