agen domino online-,Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei terbarunya tentang elektabilitas partai politik jelang Pemilu 2019. Dari hasil survei itu PDIP mendapat elektabilitas tertinggi mencapai 27,1 persen jauh meninggalkan Golkar dengan 11,4 persen dan Gerindra yakni 10,2 persen.
Politikus PDIP Maruarar Sirait menilai tingginya elektabilitas PDIP pengaruh dari Presiden Joko Widodo. Menurut dia, hasil survei menunjukkan daya tarik Jokowi berpengaruh besar terhadap partai politik lain.
"Soal PDIP menurut saya Jokowi adalah magnet electoral. Suara Jokowi bukan hanya dari PDI, bahkan dari partai-partai bahkan dari PKS dan Gerindra ada yang memilih Jokowi. Dia bisa merebut suara di luar PDI Perjuangan," kata Maruarar usai survei SMRC di Jakarta, Kamis (5/10).
Menurut dia, faktor lain yang membuat meroketnya elektabilitas PDIP tak lain pengaruh ketum Megawati Soekarnoputri yang mampu merekatkan ideologi maupun elektoral internal partai. Serta harmonisnya hubungan Jokowi dan Megawati yang terlihat dari kebijakan dan keputusan mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
"Jokowi karakternya tenang, santun, stabil, tak suka sesuatu yang meledak-ledak; pak JK punya kemampuan bermanuver, dekat berbagai kalangan, pada waktunya bisa tampil seperti yang dikutip tadi," kata Maruarar.
Sementara itu, Wasekjen Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, popularitas Jokowi 38,9 persen tak bisa dipisahkan dari pengaruh Golkar. Menurut dia, meroketnya popularitas Jokowi itu sejak Golkar memutuskan mendukung pemerintah pada 2016 lalu.
"Pada 2014 kepuasan ke Jokowi pada 3 bulan baru beberapa persen, namun setelah 2016 kepuasan mulai menanjak. Saya enggak bisa bayangkan Andai pada waktu itu Partai Golkar tak berikan dukungan ke Jokowi, minimal stabilitas politik di parlemen tak bisa," kata Ace.
Sebelumnya, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei terbarunya tentang elektabilitas partai politik jelang Pemilu 2019. Survei digelar pada 3-10 September 2017. Jumlah responden 1.220 dan dipilih secara acak (multistage random sampling).
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendapat elektabilitas tertinggi yakni 27,1 persen. PDIP jauh meninggalkan Partai Golkar yang berada di urutan kedua dengan elektabilitas 11,4 persen.
"Dengan margin of error +/- 3,1 persen, dibanding hasil pemilihan umum 2014, hanya PDIP yang mengalami kemajuan dukungan rakyat. Dukungan tersebut cenderung selalu di atas hasil pemilu 2014 dalam 3 tahun terakhir," kata Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan, Kamis (5/10).
Di urutan ketiga, Partai Gerindra dengan keterpilihan 10,2 persen. Partai Demokrat di urutan ke empat dengan elektabilitas 6,9 persen.
Sementara hasil survei menjelang pemilihan presiden (Pilpres) 2019, posisi Presiden Joko Widodo sebagai petahana berada di atas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Dukungan untuk Jokowi pada September 2017 ini sebesar 38,9% dan Prabowo 12%.
Nama-nama lain di bawah 2%. Dalam bentuk pertanyaan semi terbuka, dukungan kepada Jokowi sebesar 45,6%, disusul Prabowo 18,7%, SBY 3,9%. Nama-nama lain di bawah 2%.
"Dalam 3 tahun terakhir, bagaimanapun simulasinya, elektabilitas Jokowi cenderung naik, dan belum ada penantang cukup berarti selain Prabowo. Prabowo pun cenderung tidak mengalami kemajuan," ujar Direktur Eksekutif SMRC, Djayadi Hanan dikutip dari www.saifulmujani.com, Kamis (5/10).

0 komentar:
Posting Komentar